*      Defenisi Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter

 


Mekanisme transmisi kebijakan moneter didefenisikan sebagai jalur yang dilalui oleh sebuah kebijakan moneter untuk mempengaruhi kondisi perekonomian, terutama pendapatan nasional dan laju perubahan harga.konsep dasar mekanisme transmisi kebijakan moneter dimulai dari instrumen kebijakan yang mempengaruhi sasaran operasional,sasaran antara dan sasaran akhir.

Jika mekanisme transmisi ini kurang dipahami maka akan berakibat tidak kredibelnya kebijakan moneter yang ditetapkan. Sehingga, memahami mekanisme transmisi adalah kunci untuk dapat mengarahkan kebijakan moneter agar dapat mempengaruhi perekonomian riil dan tingkat harga.

Menurut Taylor mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan (channels) yang dilalui oleh suatu kebijakan moneter hingga dapat mempengaruhi tujuan akhir kebijakan moneter
(Hardianto, 2004:1).

Mekanisme transmisi kebijakan moneter yang standar dimulai dari tindakan Bank Sentral melalui perubahan (shock) instrumen kebijakan moneter.Tindakan ini kemudian mempengaruhi sasaran operasional (operational target) dan sasaran antara (intermediate target) yang pada akhirnya mempengaruhi tujuan akhir kebijakan moneter (final target).

Mekanisme tersebut terjadi melalui interaksi antara Bank Sentral, perbankan dan sektor keuangan, serta sektor riil. Mekanisme kebijakan moneter melalui berbagai jalur, diantaranya jalur suku bunga, jalur kredit, jalur nilai tukar, jalur harga aset, dan jalur ekspektasi.

Mekanisme transmisi moneter mengacu pada proses di mana tingkat kebijakan ditransmisikan melalui ekonomi dan pada akhirnya mempengaruhi tingkat inflasiSuku bunga kebijakan atau suku bunga acuan adalah salah satu alat kebijakan moneter untuk mempengaruhi jumlah uang beredar di samping persyaratan cadangan dan operasi pasar terbuka.

 

*      Pentingnya Transmisi Moneter bagi Teori dan Kebijakan Moneter

Dalam kaitannya dengan teori dan kebijakan moneter, studi mengenai transmisi moneter seperti ini biasanya bertujuan untuk mengkaji dua aspek penting.

Yang pertama adalah untuk mengetahui saluran transmisi mana yang paling dominan dalam ekonomi untuk dipergunakan sebagai dasar bagi perumusan strategi kebijakan moneter. Apabila saluran uang beredar masih paling dominan, misalnya, maka strategi kebijakan moneter dengan penargetan uang beredar masih relevan dipergunakan. Namun demikian, apabila saluran suku bunga atau saluran nilai tukar menjadi yang paling dominan, maka perlu dipertimbangkan penargetan suku bunga atau penargetan nilai tukar sebagai strategi kebijakan moneter.

Yang kedua adalah untuk mengetahui seberapa kuat dan lamanya tenggat waktu masing-masing saluran transmisi tersebut bekerja, baik dari sejak tindakan moneter dilakukan bank sentral ke perubahan masing-masing saluran maupun dari saluran transmisi ke perubahan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Analisis seperti itu penting untuk menentukan variabel ekonomi dan keuangan mana yang paling kuat dijadikan leading indicators terhadap pergerakan inflasi dan pertumbuhan ekonomi ke depan serta variabel mana sebagai indikator untuk penentuan sasaran operasional kebijakan moneter. Dengan demikian, apabila uang beredar, kredit, suku bunga dan nilai tukar relatif kuat dalam mempengaruhi pergerakan ekonomi dan inflasi ke depan, maka variabel-variabel ini perlu dipergunakan dalam membangun leading indicators. Dari variabel-variabel ini pula dapat dipilih mana yang paling tepat dipergunakan sebagai sasaran operasional, misalnya apa uang primer atau suku bunga. Sementara itu, analisis mengenai profil tenggat waktu dari saluran-saluran transmisi tersebut sangat diperlukan untuk menyusun strategi kebijakan moneter secara forward looking. Dengan memahami lamanya tenggat waktu dari sejak kebijakan moneter ditempuh hingga pengaruhnya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi, bank sentral dapat lebih mampu mengarahkan kebijakan moneter yang ditempuhnya saat ini pada sasaran akhir yang ditetapkan ke depan.

 

*      Jalur-Jalur Transmisi Kebijakan Moneter

Dalam perkembangan lanjutan, dengan kemajuan di bidang keuangan dan perubahan dalam struktur perekonomian, terdapat lima saluran mekanisme transmisi kebijakan moneter (monetary policy transmission channels) yang sering dikemukakan dalam teori ekonomi moneter (Mishkin, 1995, 1996; Bank for International Settlement, 1997; Kakes, 2000; De Bondt, 2000; Bofinger, 2001). Kelima saluran transmisi moneter dimaksud adalah saluran moneter langsung (direct monetary channel), saluran suku bunga (interest rate channel), saluran harga asset (asset price channel), saluran kredit (credit channel), dan saluran ekspektasi (expectation channel).

 

a)      Saluran Uang

Transmisi kebijakan moneter melalui saluran uang (money channel) mengacu pada dominasi peranan uang dalam perekonomian, yang pertama kali dijelaskan oleh Quantity Theory of Money (Fisher, 1911). Teori ini pada dasarnya menggambarkan kerangka kerja yang jelas mengenai analisis hubungan langsung yang sistematis antara pertumbuhan uang beredar dan inflasi.

Dalam konteks interaksi antara bank sentral dengan perbankan dan para pelaku ekonomi seperti diuraikan di atas, mekanisme transmisi moneter melalui saluran uang merupakan konsekuensi langsung dari proses perputaran uang dalam perekonomian.

Para pelaku ekonomi menyimpan dan menggunakan uang beredar (M1, M2) untuk kegiatan ekonominya. Mekanisme ini dapat digambarkan pada skema 1 berikut ini.

Skema 1 :

Mekanisme Transmisi Saluran Uang

                                         


b)      Saluran Kredit

Mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran kredit didasarkan pada asumsi bahwa tidak semua simpanan masyarakat dalam bentuk uang beredar (M1, M2) oleh perbankan selalu disalurkan sebagai kredit kepada dunia usaha. Dengan kata lain, fungsi intermediasi perbankan tidak selalu berjalan normal, dalam arti bahwa kenaikan simpanan masyarakat tidak selalu diiikuti dengan kenaikan secara proporsional pada kredit yang disalurkan oleh perbankan. Oleh karena itu, yang lebih berpengaruh terhadap ekonomi riil adalah kredit perbankan dan bukanlah simpanan masyarakat yang tercermin dalam jumlah uang beredar. Mekansime transmisi melalui saluran kredit dapat digambarkan pada skema 2 berikut ini.

 

Skema 2 :
Mekanisme Transmisi Saluran Kredit

 

                                                     

c)       Saluran Suku Bunga

Kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral akan berpengaruh terhadap perkembangan berbagai suku bunga di sektor keuangan dan selanjutnya akan berpengaruh pada tingkat inflasi dan output riil. Secara jelas, mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran suku bunga digambarkan pada skema 3 berikut ini.

Skema 3 :
Mekanisme Transmisi Saluran Suku Bunga

 

 


d)      Saluran Nilai Tukar

Mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran nilai tukar (exchange rate channel) menekankan pentingnya pengaruh perubahan harga aset finansial terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Dalam kaitan ini, pentingnya saluran nilai tukar dalam transmisi kebijakan moneter terletak pada pengaruh aset finansial dalam bentuk valuta asing yang timbul dari kegiatan ekonomi suatu negara dengan negara lain. Secara jelas, mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran nilai tukar dapat dilihat pada skema 4 :

 

Skema 4 :
Mekanisme Transmisi Saluran Nilai Tukar

 

 


 

e)       Saluran Harga Aset

Kebijakan moneter juga berpengaruh terhadap perkembangan harga-harga aset lain, baik harga aset finansial seperti yield obligasi dan harga saham, maupun harga aset fisik khususnya harga properti dan emas. Transmisi ini terjadi karena penanaman dana oleh para investor dalam portofolio investasinya tidak saja berupa simpanan di bank dan instrumen investasi lainnya di pasar uang rupiah dan valuta asing, tetapi juga dalam bentuk obligasi, saham, dan aset phisik. Secara jelas, mekanisme transmisi melalui saluran harga aset dapat dilihat pada skema 5 berikut ini

 

Skema 5 :
Mekanisme Transmisi Saluran Harga Aset

f)       Saluran Ekspektasi

Dengan semakin meningkatnya ketidakpastian dalam ekonomi dan keuangan, saluran ekspektasi (expectation channel) semakin penting dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter ke sektor riil. Eskpektasi para pelaku ekonomi akan dipengaruhi oleh perkembangan berbagai indikator ekonomi dan keuangan tersebut serta antisipasinya terhadap langkah-langkah kebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah dan bank sentral. Ekspektasi inflasi masyarakat akan cenderung mendekati sasaran inflasi yang ditetapkan bank sental dalam kebijakan moneternya. Mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran ekspektasi inflasi dapat dijelaskan pada skema 6.

 

Skema 6 :
Mekanisme Transmisi Saluran Ekspektasi

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA

APA ITU EKONOMI POLITIK? DEFINISI DAN KARAKTERISTIK