MONETER, NO DATA NO GOOD
Ruang Lingkup Pendekatan
Pendapatan Produksi atau Lapangan usaha, dikelompokkan dalam 17 kategori,
antara lain :
- 1.
Pertanian, Kahutanan dan Perikanan
- 2.
Pertambangan dan Penggalian
- 3.
Industri Pongalahan
- 4.
Pengadaan Listrik dan Gas
- 5.
Pengadaan Air, Pengolahan Sampah dan Daur
ulang
- 6.
Kontruksi
- 7.
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor
- 8.
Transportasi dan Pergudangan
- 9.
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
- 10.
Informasi dan Komunikasi
- 11.
Jasa Keuangan Dan Asuransi
- 12.
Real Estate
- 13.
Jasa Perusahaan
- 14.
Administrasi Pemerintah, Pertanahan dan
Jaminan Sosial Wajib
- 15.
Jasa Pendidikan
- 16.
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
- 17.
Jasa Lainnya
Ruang Lingkup Pendekatan Pengeluaran,
sesuai pengertiannya, PDB menurut pengeluaran menunjukkan pengeluaran barang
dan jasa untuk konsumsi. Secara spesifik , kansumsi akhir barang dan jasa
direalisasikan dalam enam komponen pengeluaran, antara lain :
- 1.
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT)
- 2.
Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang
Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT)
- 3.
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
- 4.
Pembentukkan Modal Tetap Domestik Bruto
(PMTB)
- 5.
Perubahan Inventori
- 6.
Ekspor dan Impor Barang Jasa
Ruang Lingkup Pendektan
Pendapatan, PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi
yang ikut serta dalam prosesn produksi di suatu negara pada periode waktu
tertentu (biasanyan dalam satu tahun). Komponen balas jasa yang diterima berupa
kompensasi pekerja, surplus usaha bruto, pendapatan campurn bruto, dan pajak
kurang subsidi atas produksi impor.
Tabel diatas merupakan
ringkasan APBN Indonesia pada tahun 2020 dengan tema “Mendukung Indonesia Maju”.
Selaras dengan kebijakan fiskla akan diarahkan untuk mendukung akselerasi daya
saing melalui inovasi dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai
kebijakan pada bidang Pendidikan dan kesehatan akan dilakukan untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar sip berkompitisi dan beradaptasi
dengan kemajuan industry dan teknologi saat ini. Di sisi lain, pemerintah akan
melanjutkan pembangunan infrastruktur yang semakin merata, mengalokasikan
sumber daya ekonomi dengan lebih efisien dan efektif, serta mendorong birokrasi
yang efektif, melayani, dan bebas korupsi. Pendapatan Negara merupakan target
yang optimal namun tetap realistis untuk
mendukung pencapaian sasaran pembangunan namun tetap mampu adaptif menghadapi
risiko perekonmian. Pada tahun 2020 belanja pemerintah pusat naik Rp13,5 T dari
RAPBN 2020, terdiri dari kenaikan belanja kementrian/Lembaga (K/L) Rp25 T dan
penurunan belanja Non-K/L Rp11.5 T. Transfer APBN 2020 dialokasikan transfer ke
daerah dan dana desa (TKKD) mencapai Rp856,9 T. TKKD tersebut terdiri dari
transfer ke daerah sebesar Rp784,9 Tdan dana desa sebesar Rp72 T.
Defisit APBN Tahun 2020
- ·
APBN tahun 2020 diproyeksikan mengalami deficit
sebesar Rp307,2 triliun atau sebesar 1,76 persen terhadap PDB (sama dengan deficit
RAPBN tahun 2020)
- ·
Upaya menjaga keberlanjutan fiskal juga terlihat dari defisit keseimbangan primer
yang mendekati nol sebesar minus Rp12triliun. Tren penurunan manuju positif ini
memberikan bukti kuat, sekaligus sinyal positif bahwa pengelolaan APBN selama
ini telah berada pada jalur positif.
- ·
Rasio defisit APBN dan defisit keseimangan
primer ini merupakan yang terendah dalam enam tahun terakhir.
Untuk menutup defisit
APBN tahun 2020, pembiayaan anggaran
sebesar Rp307,2 triliun atau turun 1,15 persen dari outlookAPBN tahun 2019. Pembiayaan
anggaran berasal dari pembiayaan utang balik berupa Surat Berharga Negara (SBN)
konvesional dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), pembiayaan utang tersebut
tumbuh negatif sebesar minus 5,88 persen dari outlook APBN tahun 2019. Selain itu
pembiyaan anggaran juga untuk kegiatan investasi. Pembiayaan investasi tahun
2020 ditujukan untuk meningkatkan kulitas Pendidikan, percepatan pembangunan
infrastruktur, juga mendorong ekspor nasional dan meningkatkan daya saing
bangsa.
Ada 5 hal yang baru pada
APBN tahun 2020, antara lain:
- 1.
Pemberian insentif bagi pajak penghasilan (PPh)dan
pajak pertambahan nilai (PPN) agar mampu
mencapai sasaran PPh dan PPN yang total nilainya Rp1.615 triliun pada 2020. Jumlah
ini naik 12 persen dibanding proyeksi pendapatan pajak tahun 2019.
- 2.
Adanya banuan baru dari pemerintah dalam
bentuk tiga kartu baru bagi masyarakat tidak mampu, antara lain; Kartu Indonesia
Pintar (KIP), Kartu Pra Kerja, Kartu Sembako.
- 3.
Naiknya anggaran Dana Desa sebesar 5,2
persen menjadi sekitar Rp856 triliun disbanding tahun 2019.
- 4.
Turunnya anggaran dana subsidisebesar hamper
14 persen menjadi Rp125 triliun pada tahun 2020
- 5.
Anggaran disemua Kementerian Kesehatan
yang turun Rp400 miliar menjadisekitar Rp58 triliun.
Pemkot Cirebon memproyeksikan pendapatan pada 2020 sekitar Rp 1,77 triliun. Dari jumlah itu, proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) Rp 514 miliar. Proyeksi pendapatan itu tercantum dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD Kota Cirebon Tahun 2020 yang telah disetujui DPRD Kota Cirebon. Selain proyeksi pendapatan, belanja daerah Kota Cirebon di tahun mendatang diproyeksikan lebih dari Rp 1,8 triliun. Pada 2020, Kota Cirebon sendiri mendapat bantuan keuangan dari Pemprov Jabar sekitar Rp 207 miliar. . Adapun rencana perubahan APBD 2020 Kota Cirebon dari sisi pendapatan yang semula dipatok Rp 1,77 triliun, diturunkan sebesar 4,56 persen atau menjadi Rp 1,69 triliun. Belanja daerah secara umum yang awalnya dialokasikan Rp 1,81 triliun, diturunkan 6,83 persen atau menjadi Rp 1,68 triliun.
Pemkot Cirebon masih fokus pada penanganan dan
pencegahan Covid-19 dalam penyusunan APBD Perubahan 2020. Sejumlah alokasi anggaran kegiatan di setiap
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun dipangkas. Langkah
refocusing dan realokasi anggaran dalam APBD Perubahan 2020 Kota Cirebon itu dimaksudkan untuk antisipasi lonjakan angka kasus positif
Covid-19. Kasus itu diprediksi bakal terus terjadi hingga akhir 2020.
Kinerja Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2020 tetap solid sehingga menopang stabilitas sector
eksternal perekonomian Indonesia. Pada triwulan IV 2020 neraca transaksi
berjalan (TB) mengalami surplus USD0,8 miliar (0,3% dari PDB), lebih rendah
dibandingkan dengan surplus triwulan III 2020 sebesar USD1,0 miliar (0,4% dari
PDB). Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial (TMF) mencatat
defisit pada triwulan IV 2020 sebesar USD0,9 miliar (-0,3% dari PDB). Peningkatan
pembayaran pinjaman yang jatuh tempo sesuai pola kuartal dan penempatan
simpanan dan asset lainnya di luar negeri menyebabkan peningkatan defisit
investasi lainnya, di tengah masih kuatnya investasi langsung ke Indonesia.
Secara keseluruhan, NPI
mengalami defisit tipis pada triwulan IV sebesar USD0,2 miliar, bersumber pada
neraca TMF yang mengalami defisit yang lebih besar dari surplus neraca TB. Sejalan
dengan perkembangan NPI tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir triwulan IV
2020 tercatat sebesar USD135,9 miliar, cukupuntuk membiayai kebutuhan
pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 9,8 bulan, serta
berada di atas strandar kecukuoan internasional sebesar 3 bulan impor.
Di tengah ketidakpastian di pasar keuangan global, transaksi modal dan finansial masih mencatat surplus sebesar USD7,9 miliar, terutama ditopang aliran masuk modal berjangka panjang dalam bentuk investasi langsung. Dengan kondisi tersebut, NPI tahun 2020 mencatat surplus sebesar USD2,6 miliar dan cadangan devisa meningkat dari USD129,2 miliar pada akhir 2019 menjadi USD135,9 miliar pada akhir 2020.
Kinerja neraca
perdagangan nonmigas mengalami perbaikan didorong oleh tetap tingginya
pertumbuhan ekspor nonmigas, ditengah kerja impor nonmigas yang juga meningkat.
Perbaikan kinerja ekspor nonmigas tersebut didorong oleh akselerasi harga
ekspor dan membaiknya ekspor riil. Meskipun demikian, bertambahnya defisit pada
komponen neraca perdagangan migas, neraca jasa, serta neraca perdagangan
primer, menahan peningkatan surplus transaksi transaksi berjalan.
NERACA MONETER
Acuan neraca moneter di
dasarkan pada MFSM atau Monetary and Finansial Statistics Manual,
IMF (2000). Neraca ini merupakan “cermin” dari setiap transaksi dari agen
ekonomi dan menjadi variabel penting dalam analisis ekonomi moneter. Salah satu
acuan dari bank indonesia (2002) berjudul Buku Seri Kebanksentralan Penyusunan
Statistik Uang Beredar .Sistem perbankan terdiri atas Otoritas Moneter ( Monetary Authority)
dan bank-bank Pencipta Uang Giral (Deposit Money Banks).
Selanjutnya, dalam memahami sistem perbankan maka perlu didasarkann pada data
Neraca Sistem Moneter atau Neraca Survei Moneter ( Monetary Survey)
yang merupakan konsolidasi dari Neraca Otoritas Moneter (Balance Sheet Of
Monetary Authority)dan Neraca Bank-Bank Pencipta Uang Giral/ BPUG (Consolidated
BalanceSheets Of The Deposits Money Banks/DMBs). Lebih luas dari sistem
perbankan adalah sistem finansial dalam Neraca Sistem Finansial (Financial Survey)
yang merupakan konsolidasi dari Neraca Sistem Perbankan (Monetary Survey)
dan Neraca Sistem Lembaga Keuangan
Lainnya. Meskipun Neraca Sistem Finansial dimungkinkan,
namun pada bagian ini hanya akan fokus kepada Neraca SistemMoneter/perbankan
karena selain variabel yang penting dalam analisis ekonomiada di sana.Beberapa
hal penting untuk diperhatikan dalam membaca Neraca Sistem/Survei Moneter. Pertama, dalam neraca tersebut, data yang ada
adalah bersifat stock, yaitu flow dapat ditunjukkan dengan mengurangkan
dengan periode sebelumnya. Kedua, data dicatat berdasarkan accrual. Ketiga, neraca tersebutdalam nilai mata uang lokal
dan jika dinyatakan dalam mata uang lainnya, makayang dipakai dalam pengganti
adalah nilai tukar pada akhir periode karena bersifat stock .Sebagaimana
diketahui bahwa kebijakan moneter merupakan salah satukebijakan makroekonomi
selain kebijkan fiskal. Hal yang penting dalam kebijakan moneter adalah
pengendalian uang beredar baik ekspansif maupun kontraktif. Uang beredar adalah
kewajiban sistem moneter kepada sektor swasta
NAMA : LEO WILIAN
NIM : B1A118051
KELAS : A





Terimakasih, tulisannya sangat membantu. Ijin copy.
BalasHapusNice banget
BalasHapusNice info
BalasHapusNice, ini sangat membantu
BalasHapusIjin copy
GG GAMING
BalasHapusNice infonya
BalasHapusSaya suka!!!
Nice info
BalasHapus